Skip to content

Kreativitas dan Inovasi. Aksi dari pemahaman

(Konsep KISS diatas kami ambil dari Harvard Business Review)

Ketika orang ditanya pertanyaan “apakah perbedaan dari kreativitas & innovasi?”, orang akan berpikir sejenak dan menyatakan “Bukannya sama saja ya? Kreativitas itu butuh inovasi dan juga sebaliknya”. Namun, kebanyakan orang pula jawabannya berhenti sampai disana, tidak ada penjelasan yang lebih lanjut.

Memang dari dunia sendiri, keberadaan dua kata tersebut pada awalnya tidak terlihat perbedaan yang jelas, namun dari data yang kami dapat bisa terlihat bahwa terdapat konsep yang sangat signifikan dalam perbedaan arti antara kreativitas & inovasi. Penjelasan masing-masing kata pun dijabarkan di gambar di bawah ini :

Dari dua gambar di atas sudah terbayang bukan perbedaannya?

Jika dijabarkan secara jelas, kreativitas merupakan mencipatkan sesuatu yang baru(novel) dan berguna. Definisi berguna disini sendiri sangatlah luas, yaitu dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain kelompok, komuniats, bahkan sampai entitas yang terbesar yaitu bumi. Selain itu, bentuk ciptaannya tersebut tidak haruslah berbentuk produk nyata, bisa saja suatu solusi brilian dari suatu permasalahan, proses baru, metode-metode canggih, ataupun karya cipta seni.

Sedangkan inovasi merupakan suatu kreasi penciptaan sesuatu yang baru atau pengembangan ide yang sudah ada sebelumnya, kreasinya tersebut bisa berbentuk barang atau jasa, dan termasuk penetrasi dan pengeksploitasian kreasi tersebut ke pasar. Proses ini tentu tidak sekedar menawarkan kreasi tersebut ke pasar tanpa perhitungan, namun perlu berdasarkan perhitungan akurat, logis, didukung sistem IT, Organisasi yang jelas, didukung pendanaan, dan adanya aktivitas bisnis.

Sehingga, bisa kita bedakan bahwa suatu kreasi baru bisa dikatakan sebagai inovasi apabali kreasi tersebut sudah mempunyai pasarnya dan mempunyai cara-cara bisnis untuk mencapai pasar tersebut, itulah perbedaan utama dari kreativitas dan inovasi.

Bahkan, di tahap lebih lanjutnya terdapat tahapan Entrepreneurship. Di tahap ini inovasi sudah berubah menjadi barang ekonomi yang jika dijual akan mempunyai resiko laku atau tidak, dan barang inipun akan menjadi tanggung jawab yang membisniskannya apabila ada sesuatu yang terjadi dengan barang/jasa tersebut.

Sehingga, dengan pemahaman tersebut, diharapkan ada pergerakan lanjut dan tak mengambang terbatas pada arti namun aksi.

Business Model Generation : KASKUS

SCAMPER Method :

. Substitute :

1. Mengganti background standard dengan background yang berbeda yang mewakili isi forum, misal forum sports, memiliki gambar background yang berhubungan dengan olahraga.

2. Mengganti forum disturbing picture dengan artistic / abstract picture.

3. Mengganti domain us dengan com atau co.id, sehingga lebih umum dimata
orang indonesia

4. Mengganti desain forum bulletin board dengan rancangan forum sendiri
( desainer forum )

. Combine : Mengkombinasikan antara KasPay dengan website (kaskus.us), sehingga proses pembayaran di Forum Jual Beli akan terintegrasi dengan web, yang akan mempercepat dan meningkatkan efisiensi dalam proses pembayaran antara penjual dan pembeli.

. Adapt : Mengadaptasi laman Facebook profile untuk tampilan user profile di Kaskus.

. Put to other uses : Dapat pula dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis, politisi, ataupun mahasiswa, untuk mendapatkan data pendapat dari kaskuser mengenai sesuatu (kuesioner, desain tempat, program kerja)

. Elimination :

Menghapus forum-forum yang mengandung unsur negatif

. Re-arrange :

1. Memisahkan antara forum biasa dan transaksi jual beli

2. Membagi kumpulan thread dalam kategori tertentu

ITB No 1 World Class university?

ITB, Institut Teknologi Bandung, or some might say its INSTITUT TERBAIK BANGSA :D, adalah merupakan salah satu perguruan tinggi top di Indonesia saat ini. Untuk bidang teknologi dan sains, ITB merupakan institut nomer  1 di Indonesia. Hmm, lalu bagaiamna dengan pamor ITB di kancah pendidikan Internasional, ternyata masih sangat mengecewakan Bung! . Bagaimana tidak, Institut kita tercinta ini bahkan tidak masuk dalam ranking dunia versi WorldHigherEducation,sebuah institusi yang meranking universitas di dunia. Hanya Universtas Indonesia yang masuk pada daftar, dan itupun harus psraha bertengger di posisi ratusan. Lalu apakah kita patut kecewa? Tentu saja Tidak!, ini adalah sebuah TANTANGAN .

ITB saat ini sedang memeprsiapkan sebuah masterplan jangka panjang yaitu pelebaran wilayah ITB untuk didaerah jalan Ganeca dan di Jatinangor. Proyek ini dinamakan proyek ITB 2020. Ada baiknya peningkatan ini tidak hanya dalam bidang infrastruktur juga, namun juga dibidang internal ITB sendiri untuk menjadi World Class University. Siapa tau suatu hari nanti kita dapat bersanding dan bersaing dengan universitas ternama dunia lainnya seperti Stanfrod, Oxford atau bakan Harvard University, kenapa tidak bukan ?.

So what it takes to be the number 1 ? hmmm the first thing is INTEGRITY. Ha? kok integritas si? Iya tau.. integritas disini meliputi :

  • Integritas sebagai warga ITB yang baik, SDM yang bagus dan berkulitas untuk menjadi world class university. Gak mungkin kita mempertahankan tradisi contak mencontek, titip absen, sering bolos atau bahkan Drop out untuk menjadi world class university. So that’s why, knowledge is important but the real thing is thier behavior and character. Dibutuhkan suatu kedisiplinan dankegigihan sebagai SDM yang kuat. 😀
  •  Integritas sebagai perguruan tinggi yang baik. Mahasiswa sudah pintar dan displinin gak mungkin bisa berkembang kalo dari pihak universitas sendiri gak ada infrasturuktur yang memadai . Universitas harus menyediakan tenaga pengajar yang mumpuni dan berkualitas. Gak harus ‘bule’ loh, yang penting berkualitas dan gw yakin orang2 kita juga banyak yang jago-jago. Berani bayar mahal para dosen pribumi kita daripada malah harus mengajar ke luar negeri.
  • The last but not least, yeah the environment. Warga sekitar kampus seperti penduduk sekitar ITB dan juga aparat kampus seperti Admin, Satpam dan lain-lain juga harus berintegritas tinggi untuk mendukung ITB menjadi world class university. Dukungan dari masyarakat sekitar menjadikan lingkungan kampus yang nyaman dan kontributif untuk pengembangan pendidikan.

Well menurut gw dan kelompok gw itu aja yang dibutuhin untuk menjadi world class university, kita bisa kok pasti BISA! Now the question is Do We Have What It Takes to Be Champion 😉 ?

That’s it ! :D.

Indonesia Number One in the World?

Apakah Indonesia bisa menjadi negara maju dan berkembang seperti layaknya Jepang atau Amerika ? hmmm memang pertanyaan yang sulit ya, di satu sisi tentu saja kita mau dan yakin kita mampu bersaing seperti layaknya jepang dan Amerika serta negara maju lainnya, Well liat aja China kan, dengan pelan tapi pasti mereka mampu menjadi salahs atu negara maju dengan banyaknya sumber daya manusianya, salah satu komponen kesamaan kita yang sama dengan China, melimpahnya sumber daya manusia bahkan di negara kita sumber daya alamnya lebih banyak lagi. namun di sisi lain, walaupun dengan melimpahnya sumber daya alam dan sumber daya manusia di negara kita harus kita akui saat ini kita sedang dalam masa “pembodohan” ! , Ha? Kok pembodohan? Kita pada sekolah kok ya? . Yang gw maksud dengan pembodohan disini adalah kita sering membiarkan orang-orang dan institusia asing untuk masuk dan mengambil keuntungan di negara kita dengan “membayar” (you know what it means saat gw memberika tanda petik disini 😉 ) pada sekelompok orang tertentu untuk mendapatkan ijin kerjanya.. Huaaah kesal sekali bukan! Padahal di pasal 30 kan disebutkan kalo seluruhbsumber daya alam ya buat para masyarakat Indonesia! .

So ? is there still a chance we can be a ver well advance country? Oke jangan muluk-muluk pengen jadi nomer 1 di dunia ( kita bakal dijaka perang sama si “Uncle Sam” duluan hehee ) , Let say we’re being the top 5 countires in the world, Can WE ? . Me personally if you asked this to me, YES WE CAN! Hooo!.

But like i said before, kita harus mereduksi dan mengurangi taraf “bodoh” kita sebelum ingin jadi negara maju. Sebuah negara maju tidak jadi dengan “Simsalabim ,Abrakadabra” dan tidak dalam satu malam. Jangan bermimpi menjadi negara maju dengan segala fasilitas seperti di negaa maju lainnya jika kita tidak mau belajar dan merubah diri kita. Semua butuh PROSES bung!. Lalu apa saja proses yang saya maksud itu, berikut adalah beberapa yang harus dibenahi sebelum kita mejadi degara adidaya 😀 :

  1. Pendidikan

Jujur aja ini salah satu dari yang paling penting !, without knowledge we’re fool! Lo bayangin aja kalo tanpa pendidikan orang-orang di negara kita bakal “kampungan” dan “norak” ntar kalo beneran dibuat subway atau kereta bawah tanah kaya di Spore , gw bisa bayangin di Indo mah yanga da tuh tempat jadi sarangnya para pengemis dan pengamen, serem gak sih? Haduhhh.. makanya pendidikan akan membuat kita jadi orang yang maju, sebelum negaranya maju, orang-orangnya sudah harus menjadi orang “maju” dong! So, dengan begitu anntinya tidak akan adalagi pembodohan-pembodohan yang terjadi di negara kita seperti sekarang ini

  1. Kesehatan

Public health, One of the biggest problem In Indonesia sekarang ini. Sangan miris bagaimana dalam APBN pemerintah hanya menganggarkan sekitar 2 % saja untuk kesehatan masyarakat padahal di negara berkembang , mereka menetapkan hingga 10-15% dari total APBN mereka. Huduhhh padahal udah ada pribahasa, dalam tubuh yang kuat tersimpang pikirang yang kuat. Kenapa pula ya pemerintah kita seperti menyepelekan kesehatan. Dan di sisi lain, pelyanan kesehatan yang tidak merata sungguh miris, orang kaya memilih untuk percaya pada dokter-dokter di luar negeri sana, sedangkan para rakyat miskin kesulitan mendapatkan pelayanan dan pengobatan gratis, walaupun dengan jaminan kesehatan seperti ASKES dan JAMKESNAS, mereka tetap sulit untuk mengklaim hak mereka dengan lagi-lagi alasan klasik ornag Indonesia, BIROKRASI!. Haduhh udah deh kalo mau jadi negara maju, gedein APBN untuk kesehatan (kecilin tuh buat pembangunan proyek yang ujung-ujungnya dikorupsi dan nguntungin sebagian orang, jakarta uda sesek sama Mall ), jadi nanti ASKES dan JAMKESNAS dapat diklaim dengan mudah.  Oiya satu lagi, untuk kesehatan tolong deh jangan dipolititsasi, they need cure not promises. 😉

  1. Sarana dan Prasarana

The last but not least, yeah the  government itself has to built a strong country! . haru sada saran dan prasaran layaknya seperti di negara maju lainnya, seperti sarana transportasi , kebutuhan publik lainnya seperti subway dan publik taransportasi. Transportasi sangat penting untuk sebuah negara untuk berkembang, kenapa? Ini layaknya seperti sebuah ban pada sebuah mobil. Tanpa ban yang bagus, mau seindah dan se cangging apapun mobilnya tetap tidak akan berjalan baik tanpa ban yang baik. Trasportasi adalah sebuah alat yang dapat memajukan dan melancarkan produktifitas para masyarakat. Jadi jika pemerintah kebingunagn sektor apa yang harus cepat dibenahi, well i will say TRANSPORTATION.

 

Hmmm , so to close this post i will say that we have the chance to be a great country! Selain dengan semua aspek yang saya bilang harus dibenahi, gw juga menekankan satu hal yang WAJIB kita lakukan untuk menjadi sebuah negara adidaya, TO BE GREAT COUNTRY we have to give an EFFORT! But, TO BE THE GREATEST NATION WE HAVE TO BELIEVE!

That’s it See ya 😀

 

Digital Versatile Frame (DVF)

Tak dapat dipungkiri zaman telah berkembang dan bermigrasi dari era manual hingga era otomatis praktis saat ini, yang menawarkan kemudahan serta efisiensi waktu yang nyata. Masih hangat dalam benak, bahwa beberapa tahun yang lalu “Hari Raya” selalu identik dengan bertukar kartu ucapa, yang cukup memakan waktu untuk penyampaiannya, belum lagi jaminan tersampaikannya masih belum jelas sehingga acapkali membuat cemas pihak pengirim. Bandingkan dengan ‘wajah baru’ komunikasi digital dua arah yang berkembang pesat, diawali dengan pager, pesan singkat (SMS), jejaring sosial, messenger, hingga gadget canggih lainnya yang kian lekat pada kehidupan era modern ini.

IDEO. Mungkin nama yang satu ini sudah sempat beberapa kali terekam oleh panca indera kita, sebagai salah satu katalisator dalam bidang produk inovatif. Telah mencapai angka ribuan, produk yang digelontorkan dan ditawarkan oleh pemikiran-pemikiran kreatif mereka, hingga kini bermanfaat bagi masyarakat luas. Singkatnya, IDEO memiliki metodologi khusus dalam proses pembentukan sebuah produk.

Terpenting adalah “Ide”. Ide mereka dapatkan dari mengamati secara langsung kegiatan serta perilaku manusia di kehidupan nyata. Mereka terjun, mengamati langsung lingkungan sekitar, ke pasar, stasiun, supermarket, dan lain-lain. Dari proses mengamati tersebut, perilaku manusia akan terpetakan, apa yang disuka, apa yang dibenci, mengapa demikian, mengapa seperti ini, hingga terpikirkan kebutuhan apa yang belum terpenuhi oleh produk dan jasa yang telah ada saat ini.

Ketika IDEO mengamati orang-orang dalam keadaan alamiah, mereka tak hanya melihat nuansa perilaku manusia, tetapi juga berusaha untuk menemukan motivasi dan emosi mereka. Dari situlah IDEO berusaha memahami psikologi yang mendasari interaksi seseorang dengan produk dan jasa.

Atas dasar terinspirasi oleh IDEO dan juga untuk pemenuhan tugas “Cretivity & Innovations”, maka kelompok kami berusaha untuk memikirkan sebuah produk atau jasa yang sekiranya dapat dikategorikan sebagai sebuah inovasi yang dibalut kreatifitas. Pada akhirnya produk yang terpikirkan oleh kami, ialah : “Digital Versatile Frame”

Pernahkah anda melihat satu sisi dinding pada rumah anda/kerabat penuh dengan bingkai foto? Pasti pernah, dan seringkali kita lihat penempatan bingkai yang tidak simetris, asal paku, posisi yang kurang enak dipandang, perbedaan warna bingkai, sehingga tak menjadi sudut yang indah untuk dinikmati ( akan berbeda jika pemilik rumah memiliki jiwa seni, bingkai foto yang banyak sudah pasti akan diatur sedemikian rupa sehingga tetap indah)

Dari hal tersebut, kami berpikir kenapa tak memakai cukup satu bingkai foto saja, namun foto dapat muncul bergantian seperti slideshow persentasi secara otomatis. Ini akan menimbulkan pengalaman baru bagi yang melihat dan menikmati. Dengan teknologi touchscreen, orang dapat membuka folder dan melihat satu persatu foto secara manual (jika dipilih sistem otomatis, maka foto akan muncul bergantian satu persatu secara random)

Jika dapat dianalogikan, “Digital Versatile Frame/DVF” ini adalah iPad/tablet berukuran lebih besar yang dipasang/digantung di dinding. Selain sebagai bingkai foto, DVF ini dapat dipakai untuk menonton siaran televisi, game, mp3, DVD, video, sehingga yang terbayang di benak kami adalah ruang tamu yang LUAS. Tak ada lagi TV, DVD, CD Audio yang menumpuk sehingga memakan tempat yang tak sedikit. Ketika sedang senggang DVF dipakai sebagai “bingkai foto” dengan fitur “Automatic photo show”, dan jika ingin menonton/mendengar lagu/bermain game maka DVF dapat juga dipergunakan dengan fiturnya masing-masing, sesuai namanya ‘versatile‘ (serba guna).

Dengan juga mempertimbangkan langkah-langkah proses kreatif dan inovasi yang telah dipaparkan di kuliah “Creativity & Innovations”, tentunya dalam pengembangan ide telah terpikirkan tersebut membutuhkan sebuah tim yang solid, para pribadi yang percaya bahwa mereka dapat mewujudkan ide tersebut, sekalipun mendapat tekanan psikologis dari banyak orang bahwa ide tersebut mustahil diwujudkan.

Wujud hasil akhir produk pun harus memiliki cita rasa seni yang baik, dan secara estetika dapat memanjakan mata sekaligus menenangkan pikiran.

Ide produk yang ingin diwujudkan pun sebaiknya memiliki manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas, maka dari itu terjun langsung melakukan observasi seperti yang dilakukan oleh IDEO menjadi poin yang vital.

Terakhir adalah bahwa inovasi tersebut dapat dipertanggung jawabkan secara teori keilmuan yang ada, agar tak timbul pro dan kontra mengenai produk atau jasa yang pada akhirnya direalisasikan.