Skip to content

Digital Versatile Frame (DVF)

October 17, 2011

Tak dapat dipungkiri zaman telah berkembang dan bermigrasi dari era manual hingga era otomatis praktis saat ini, yang menawarkan kemudahan serta efisiensi waktu yang nyata. Masih hangat dalam benak, bahwa beberapa tahun yang lalu “Hari Raya” selalu identik dengan bertukar kartu ucapa, yang cukup memakan waktu untuk penyampaiannya, belum lagi jaminan tersampaikannya masih belum jelas sehingga acapkali membuat cemas pihak pengirim. Bandingkan dengan ‘wajah baru’ komunikasi digital dua arah yang berkembang pesat, diawali dengan pager, pesan singkat (SMS), jejaring sosial, messenger, hingga gadget canggih lainnya yang kian lekat pada kehidupan era modern ini.

IDEO. Mungkin nama yang satu ini sudah sempat beberapa kali terekam oleh panca indera kita, sebagai salah satu katalisator dalam bidang produk inovatif. Telah mencapai angka ribuan, produk yang digelontorkan dan ditawarkan oleh pemikiran-pemikiran kreatif mereka, hingga kini bermanfaat bagi masyarakat luas. Singkatnya, IDEO memiliki metodologi khusus dalam proses pembentukan sebuah produk.

Terpenting adalah “Ide”. Ide mereka dapatkan dari mengamati secara langsung kegiatan serta perilaku manusia di kehidupan nyata. Mereka terjun, mengamati langsung lingkungan sekitar, ke pasar, stasiun, supermarket, dan lain-lain. Dari proses mengamati tersebut, perilaku manusia akan terpetakan, apa yang disuka, apa yang dibenci, mengapa demikian, mengapa seperti ini, hingga terpikirkan kebutuhan apa yang belum terpenuhi oleh produk dan jasa yang telah ada saat ini.

Ketika IDEO mengamati orang-orang dalam keadaan alamiah, mereka tak hanya melihat nuansa perilaku manusia, tetapi juga berusaha untuk menemukan motivasi dan emosi mereka. Dari situlah IDEO berusaha memahami psikologi yang mendasari interaksi seseorang dengan produk dan jasa.

Atas dasar terinspirasi oleh IDEO dan juga untuk pemenuhan tugas “Cretivity & Innovations”, maka kelompok kami berusaha untuk memikirkan sebuah produk atau jasa yang sekiranya dapat dikategorikan sebagai sebuah inovasi yang dibalut kreatifitas. Pada akhirnya produk yang terpikirkan oleh kami, ialah : “Digital Versatile Frame”

Pernahkah anda melihat satu sisi dinding pada rumah anda/kerabat penuh dengan bingkai foto? Pasti pernah, dan seringkali kita lihat penempatan bingkai yang tidak simetris, asal paku, posisi yang kurang enak dipandang, perbedaan warna bingkai, sehingga tak menjadi sudut yang indah untuk dinikmati ( akan berbeda jika pemilik rumah memiliki jiwa seni, bingkai foto yang banyak sudah pasti akan diatur sedemikian rupa sehingga tetap indah)

Dari hal tersebut, kami berpikir kenapa tak memakai cukup satu bingkai foto saja, namun foto dapat muncul bergantian seperti slideshow persentasi secara otomatis. Ini akan menimbulkan pengalaman baru bagi yang melihat dan menikmati. Dengan teknologi touchscreen, orang dapat membuka folder dan melihat satu persatu foto secara manual (jika dipilih sistem otomatis, maka foto akan muncul bergantian satu persatu secara random)

Jika dapat dianalogikan, “Digital Versatile Frame/DVF” ini adalah iPad/tablet berukuran lebih besar yang dipasang/digantung di dinding. Selain sebagai bingkai foto, DVF ini dapat dipakai untuk menonton siaran televisi, game, mp3, DVD, video, sehingga yang terbayang di benak kami adalah ruang tamu yang LUAS. Tak ada lagi TV, DVD, CD Audio yang menumpuk sehingga memakan tempat yang tak sedikit. Ketika sedang senggang DVF dipakai sebagai “bingkai foto” dengan fitur “Automatic photo show”, dan jika ingin menonton/mendengar lagu/bermain game maka DVF dapat juga dipergunakan dengan fiturnya masing-masing, sesuai namanya ‘versatile‘ (serba guna).

Dengan juga mempertimbangkan langkah-langkah proses kreatif dan inovasi yang telah dipaparkan di kuliah “Creativity & Innovations”, tentunya dalam pengembangan ide telah terpikirkan tersebut membutuhkan sebuah tim yang solid, para pribadi yang percaya bahwa mereka dapat mewujudkan ide tersebut, sekalipun mendapat tekanan psikologis dari banyak orang bahwa ide tersebut mustahil diwujudkan.

Wujud hasil akhir produk pun harus memiliki cita rasa seni yang baik, dan secara estetika dapat memanjakan mata sekaligus menenangkan pikiran.

Ide produk yang ingin diwujudkan pun sebaiknya memiliki manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas, maka dari itu terjun langsung melakukan observasi seperti yang dilakukan oleh IDEO menjadi poin yang vital.

Terakhir adalah bahwa inovasi tersebut dapat dipertanggung jawabkan secara teori keilmuan yang ada, agar tak timbul pro dan kontra mengenai produk atau jasa yang pada akhirnya direalisasikan.

Advertisements
Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: