Skip to content

Kreativitas dan Inovasi. Aksi dari pemahaman

December 13, 2011

(Konsep KISS diatas kami ambil dari Harvard Business Review)

Ketika orang ditanya pertanyaan “apakah perbedaan dari kreativitas & innovasi?”, orang akan berpikir sejenak dan menyatakan “Bukannya sama saja ya? Kreativitas itu butuh inovasi dan juga sebaliknya”. Namun, kebanyakan orang pula jawabannya berhenti sampai disana, tidak ada penjelasan yang lebih lanjut.

Memang dari dunia sendiri, keberadaan dua kata tersebut pada awalnya tidak terlihat perbedaan yang jelas, namun dari data yang kami dapat bisa terlihat bahwa terdapat konsep yang sangat signifikan dalam perbedaan arti antara kreativitas & inovasi. Penjelasan masing-masing kata pun dijabarkan di gambar di bawah ini :

Dari dua gambar di atas sudah terbayang bukan perbedaannya?

Jika dijabarkan secara jelas, kreativitas merupakan mencipatkan sesuatu yang baru(novel) dan berguna. Definisi berguna disini sendiri sangatlah luas, yaitu dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain kelompok, komuniats, bahkan sampai entitas yang terbesar yaitu bumi. Selain itu, bentuk ciptaannya tersebut tidak haruslah berbentuk produk nyata, bisa saja suatu solusi brilian dari suatu permasalahan, proses baru, metode-metode canggih, ataupun karya cipta seni.

Sedangkan inovasi merupakan suatu kreasi penciptaan sesuatu yang baru atau pengembangan ide yang sudah ada sebelumnya, kreasinya tersebut bisa berbentuk barang atau jasa, dan termasuk penetrasi dan pengeksploitasian kreasi tersebut ke pasar. Proses ini tentu tidak sekedar menawarkan kreasi tersebut ke pasar tanpa perhitungan, namun perlu berdasarkan perhitungan akurat, logis, didukung sistem IT, Organisasi yang jelas, didukung pendanaan, dan adanya aktivitas bisnis.

Sehingga, bisa kita bedakan bahwa suatu kreasi baru bisa dikatakan sebagai inovasi apabali kreasi tersebut sudah mempunyai pasarnya dan mempunyai cara-cara bisnis untuk mencapai pasar tersebut, itulah perbedaan utama dari kreativitas dan inovasi.

Bahkan, di tahap lebih lanjutnya terdapat tahapan Entrepreneurship. Di tahap ini inovasi sudah berubah menjadi barang ekonomi yang jika dijual akan mempunyai resiko laku atau tidak, dan barang inipun akan menjadi tanggung jawab yang membisniskannya apabila ada sesuatu yang terjadi dengan barang/jasa tersebut.

Sehingga, dengan pemahaman tersebut, diharapkan ada pergerakan lanjut dan tak mengambang terbatas pada arti namun aksi.

Advertisements
Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: